BRMP Tanaman Pemanis dan Serat-Pupuk Indonesia, Rumuskan Rekomendasi Pupuk Tepat Sasaran untuk Tebu
Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) melalui BRMP Tanaman Pemanis dan Serat resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Pupuk Indonesia (Persero). Kerja sama ini difokuskan pada penyusunan rekomendasi pupuk yang tepat, berimbang, dan spesifik lokasi untuk komoditas tanaman tebu di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons atas target pemerintah dalam mempercepat swasembada gula nasional. Melalui pemanfaatan fasilitas laboratorium mutakhir milik BRMP Tanaman Pemanis dan Serat di Karangploso, Malang, kedua pihak berkomitmen merumuskan dosis optimal yang sesuai dengan karakteristik tanah dan kebutuhan tanaman.
Pilar dan Tujuan Utama Kerja Sama
Sinergi ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan krusial bagi ekosistem tebu rakyat dan industri gula nasional:
• Formulasi Tepat Dosis: Menentukan rekomendasi dosis pemupukan berimbang (seperti kombinasi Urea, NPK, dan Pupuk ZA) agar pertumbuhan vegetatif tebu berjalan maksimal.
• Uji Efikasi & Karakteristik Lahan: Melakukan pengujian efikasi pupuk di berbagai instalasi riset guna memastikan formula adaptif terhadap cekaman lingkungan.
• Optimalisasi Pupuk Spesifik: Memaksimalkan efektivitas sektor input, salah satunya mengoptimalkan penggunaan Pupuk ZA khusus tebu yang kaya Nitrogen dan Sulfur guna memicu anakan serta meningkatkan kadar rendemen.
• Edukasi Pemupukan Presisi: Menyebarluaskan panduan baku dan teknik pemupukan yang efisien kepada petani agar biaya produksi dapat ditekan.
Dampak Nyata Bagi Petani Tebu
Kepala BRMP Tanaman Pemanis dan Serat, Dr. Sri Suhesti, MP, menjelaskan bahwa ketepatan asupan hara adalah kunci utama dalam meningkatkan bobot batang dan kualitas nira. Melalui rekomendasi ilmiah yang akurat, petani tidak lagi meraba-raba dalam memberikan pupuk di lapangan.
Sejalan dengan kebijakan perluasan alokasi pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian, kolaborasi ini memastikan bahwa setiap kilogram pupuk yang ditebus oleh petani memberikan dampak produktivitas yang optimal dan berkelanjutan bagi tanah pertanian.